Membeli Rumah Seken

rumah seken
rumah seken

11 Faktor Membeli Rumah Seken

Jika Anda ingin membeli rumah seken, penting untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:

1. Kondisi bangunan

Kondisi bangunan terutama menyangkut pondasi, struktur, penutup lantai, penutup dinding, rangka atap, penutup atap, dan plafon serta utilitas di dalamnya. Pastikan semuanya masih cukup baik, aman, berfungsi, dan tidak memerlukan banyak perbaikan. Kecuali bangunan memang sudah tua (di atas 20 tahun) dan tidak layak lagi dipakai, yang ditransaksikan hanya tanahnya. Untuk itu cek langsung ke lokasi secara seksama, jangan hanya menerima laporan dari pihak ketiga.

2. Hak Guna Bangunan

Status tanah apakah HGB, hak milik, strata title, atau apa? Jika masih HGB apakah sertifikatnya masih berlaku atau perlu diperpanjang? Jika harus diperpanjang, apakah memungkinkan dan berapa biayanya? Mungkinkah status HGB tersebut dapat diubah menjadi hak milik? Itu semua perlu dipertimbangkan saat negosiasi harga. Jangan lupa mencocokkan nama pemilik dan nomor rumahnya dengan nama dan nomor yang tercantum di sertifikat. Terlebih-lebih pada rumah warisan, kesamaan nama penjual dengan nama yang tercantum di sertifikat sangat mutlak bila Anda tidak ingin bermasalah.

3. Ukuran Tanah dan Rumah

Ukuran tanah dan rumah apakah memang sesuai dengan yang tercantum di sertifikat dan IMB? Untuk itu sangat baik bila kita melakukan pengukuran ulang. Bukan hanya agar transaksi berjalan benar, tetapi juga supaya ukuran rumah dan tanah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.

4. Izin Mendirikan Bangunan

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan gambar rancang bangun rumah, sebaiknya tidak ada perubahan signifikan pada bangunan yang melenceng dari IMB. Jika rumah tidak dilengkapi IMB, kita tidak bisa mendapatkan dukungan KPR dari bank untuk membelinya. Selain itu ada kemungkinan rumah dirobohkan petugas pemda karena dianggap melanggar ketentuan peruntukan pendirian rumah.

5. Status Tidak Sitaan

Status rumah tidak dalam sitaan atau digadaikan, tidak sedang dijamin ke bank atau dalam sengketa, tidak memiliki tanah lebih yang tidak dicatat dalam sertifikat karena merupakan bagian tidak sedang dihuni alias sudah kosong.

6. Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan perumahan, apakah sudah cukup baik dan memadai baik kondisi jalan dan saluran, jaringan utilitas, maupun aksesibilitas  dan fasilitas publik yang ada di sekitarnya?

7. Jaringan

Jaringan telepon, internet, suplai listrik, air, apakah tersedia dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seisi rumah selama ini dan tidak sering ada masalah?

8. Riwayat Rumah

Pernahkah terbakar seluruhnya atau sebagian? Jika pernah, bagaimana dampaknya terhadap pondasi dan struktur bangunan? Apa yang dilakukan pemilik lama saat memperbaikinya? Adakah di rumah pernah terjadi peristiwa kriminal yang menggemparkan seperti pembunuhan dan perampokan? Bagaiman kejadian itu bisa berlangsung dan bagaimana penyelesaiannya?

9. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pastikan penjual selalu membayar secara teratur, termasuk biaya-biaya lain seperti iuran pengelolaan lingkungan (IPL), dan lain-lain. Mintalah bukti pembayaran terakhir biaya pengeluaran tersebut.

10. Harga Rumah

Jangan percaya begitu saja dengan harga pasar yang disebutkan penjual. Mintalah bukti pembayaran PBB terakhir, disana tercantum nilai jual objek pajak (NJOP) tanah dan bangunannya. Setelah itu cari informasi ke warga sekitarnya mengenai pasaran harga rumah di lokasi setempat.

11. Dukungan KPR

Sebaiknya transaksi rumah seken juga dilakukan dengan fasilitas KPR karena jauh lebih aman. Untuk itu sebelum bertransaksi ada baiknya meminta bank yang akan menyalurkan kredit agar menilai rumah tersebut.

Ingin tahu prospek investasi properti di tahun ini? Investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Bebas Pajak PPN Beli Rumah

Bebas Pajak PPN Beli Rumah

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah yang nyaman? Rumah yang nyaman adalah tidak hanya bisa menjadi tempat berlindung...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *