KPR Lebih Menguntungkan?

kpr menguntungkan

Ini Alasan Mengapa KPR Lebih Menguntungkan

kpr menguntungkan
kpr

Selain lebih aman, membeli rumah dengan KPR juga lebih menguntungkan ketimbang secara tunai. Dengan sedikit uang muka, kita sudah bisa punya rumah sendiri. Bahkan, kendati punya uang tunai memadai, tetap lebih baik memakai KPR. Sebagai contoh, katakanlah Anda punya uang Rp200 juta dan hendak membeli rumah seharga Rp200 juta juga, dengan uang muka Rp60 juta, kita masih punya Rp140 juta yang bisa ditabung dan memberikan hasil bunga.

Anda kehilangan pendapatan bunga itu bila semua uang dipakai melunasi rumah. Memang, kita harus membayar bunga dan biaya lain bila mengambil KPR. Tapi, beban bunga itu akan tertutupi oleh kenaikan nilai rumah yang bisa melebihi tingkat bunga KPR. Sebutlah dengan KPR Rp140 juta, cicilan (pokok+bunga)-nya Rp2 juta/bulan selama 10 tahun (120bulan).

Dengan asumsi meningkat 10 persen/tahun, 10 tahun kemudian nilai rumah akan menjadi Rp400 juta. Padahal, nominal cicilan yang harus dibayar selama 120 bulan hanya Rp240 juta. Bayangkan juga kalau uang Rp200 juta itu hanya ditabung. Dengan bunga net 6 persen/tahun, uang itu akan bertumbuh menjadi Rp320 juta dalam 10 tahun atau tidak cukup untuk membeli rumah tipe yang sama.

Bahkan, bagi investor properti fasilitas KPR bisa membuat kaya. Ilustrasi berikut ini bisa memperjelas. Katakanlah Anda memiliki income Rp15 juta dan pengeluaran Rp7 juta sehingga ada surplus Rp8 juta/bulan. Anda juga punya tabungan Rp400 juta yang menghasilkan pendapatan bunga net 5 persen.tahun atau Rp1,67 juta/bulan.

Anda berniat membeli rumah seharga Rp400 juta. Bila dibayar lunas, tabungan nol dan pendapatan bunga Rp1,67 juta itu hilang. Sebaliknya, kalau Anda hanya membayar DP Rp200 juta, sisanya Rp200 juta menggunakan KPR 10 tahun dengan bunga 13 persen, cicilannya Rp3 juta/bulan, penghasilan Anda masih surplus Rp5 juta.

Sementara tabungan Rp200 juta Anda pakai lagi untuk membayar uang muka apartemen tipe studio seharga Rp400 juta di pusat bisnis Jakarta. Kekurangan Rp200 juta dilunasi dengan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Dengan periode KPA 10 tahun dan bunga 13 persen, cicilannya juga Rp3 juta/bulan, sehingga surplus penghasilan Anda tinggal Rp2 juta.

Katakanlah apartemen laku disewakan Rp5 juta/bulan atau Rp60 juta/tahun. Surplus penghasilan Anda pun naik lagi menjadi Rp7 juta/bulan, ditambah aset rumah dan apartemen yang terus meningkat nilainya. Kekayaan itu tidak akan Anda peroleh kalau semua tabungan Anda dipakai untuk melunasi harga rumah.

Ingin tahu prospek investasi properti di tahun ini? Investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Di luar bank ada juga beberapa Lembaga yang mendukung pengajuan KPR khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Misalnya,...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *