Tak Semua Perbankan Memberikan Fasilitas Pembiayaan DP Rumah 0 Persen

Rumah
DP Rumah

Bank Indonesia baru saja mengeluarkan kebijakan terbaru terkait kredit dan pembiayaan di sektor properti. Dalam hal ini BI memberikan kelonggaran pembayaran uang muka atau down payment (DP) kepada masyarakat, paling sedikit 0 persen alias tidak perlu membayar DP. Dilansir dari Tribunnews.com Senin, 22 Februari 2021.

Namun, tak semua lembaga Perbankan bisa mengeluarkan fasilitas DP 0 persen. Hanya Perbankan tertentu yang memiliki kriteria khusus. Lalu, Bank seperti apa yang bisa memberikan fasilitas DP 0 persen pembelian produk properti?

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Yanti Setiawan mengatakan, tidak semua Bank bisa memberikan fasilitas kelonggaran tersebut. Ia menjelaskan, Bank yang memiliki rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) di bawah 5 persen, bisa memberikan fasilitas DP 0 persen pembelian produk properti. Namun, untuk Bank yang memiliki NPL di atas 5 persen, Bank tersebut tetap harus memungut uang muka dari debitur.

“Bank yang memenuhi kriteria NPL 5 persen dapat memberikan DP 0 persen. Sementara, kalau untuk yang tidak memenuhi kriteria NPL, tetap kita longgarkan tetapi ada batasannya,” kata Yanti dalam sebuah diskusi online bertema Dukungan Perbankan dan Regulator di Sektor Properti dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (19/2/2021). Dirinya menjelaskan, Bank yang memiliki NPL di atas 5 persen juga bisa memberikan fasilitas DP 0 persen. Tetapi untuk rumah di bawah tipe 21.

Sementara itu Pengamat Properti dan CEO Panangian School of Properti Panangian Simanungkalit saat diwawancarai via online, memberikan tanggapan dalam hal ini, dampak kebijakan LTV 100%, terhadap pergerakan bisnis properti tahun ini, tidak akan terlalu signifikan. Ini lebih pada sinyal dari BI agar bankir memberikan perhatian untuk mendorong laju pertumbuhan kredit sektor properti, khususnya KPR yang anjlok pada pertengahan tahun lalu, agar bisa bangkit kembali.

“Karena sepanjang perekonomian sejak 10 tahun terakhir ini, laju pertumbuhan rata-rata KPR sebesar 12-15%, per tahun, selalu lebih tinggi dari laju penyaluran kredit ke semua sektor yang rata-rata hanya sekitar 8-10%, per tahun. Artinya kredit KPR itu adalah leading sector dalam perekonomian dilihat dari sisi perbankan. Sehingga bila laju kredit KPR anjlok, bahkan sampai minus (Oktober – Desember 2021), maka itu adalah sinyal buruk bagi prospek pemulihan perekonomian pada tahun ini”.  Ujarnya.

Dalam hal ini Beliau juga menyetujui kebijakan yang dikeluarkan oleh BI. Itulah sebabnya BI mengambil kebijakan yang sangat progerssif untuk mendorong laju pertumbuhan kredit KPR. Karena BI juga sadar betul bahwa perekonomian Indonesia sampai sekarang ini masih sekitar 57%, ditopang oleh konsumsi. Disisi lain KPR adalah salah satu bintang, sekaligus sebagai motor penggerak kredit konsumsi dimata perbankan, selain KPM ( Kredit Pemilikan Mobil), dan kredit multiguna.

“Sehingga ini adalah pesan penting bagi para bankir, untuk memberikan kelonggaran membeli rumah/apartemen/ruko,  tanpa uang muka, bagi nasabah-nasabah yang lancar cashflownya. (Pekerjaan tetap dan 1/3 gajinya, dapat menutupi  cicilan KPR/KPA), sekaligus untuk  melonggarkan syarat dan memperpendek proses bagi calon pembeli rumah pertama (first time home buyer) LTV 100% artinya DP = 0.

Ingin tahu prospek investasi property di tahun ini? Investasi property apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Bebas Pajak PPN Beli Rumah

Bebas Pajak PPN Beli Rumah

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah yang nyaman? Rumah yang nyaman adalah tidak hanya bisa menjadi tempat berlindung...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *