Bagaimana Cara Aman Memilih KPR?

kredit rumah kpr

Untuk bisa memiliki rumah pada zaman seperti sekarang umumnya orang tidak bisa mengandalkan dananya sendiri. Kita perlu bantuan kredit bank yang disebut Kredit Pemilik Rumah (KPR). Untuk itu perlu membuat perencanaan yang matang sejak dini, membuat komitmen jangka panjang, berhemat dan menabung sebagian penghasilan untuk persiapan membeli rumah. Pasalnya, pembelian dengan KPR tetap membutuhkan pembayaran tunai untuk sebagian dari harga rumah.

kredit rumah kpr

Nilai dan Periode KPR

Yang bisa dibiayai dengan KPR bukan hanya properti baru tapi juga yang seken, properti take over (diambil alih kelanjutan KPR-nya dari debitor awal), KPR pindahan dari bank lain, rumah yang dibangun sendiri, dan renovasi rumah. Plafon KPR antara 70 – 90 persen dari taksiran nilai rumah, sehingga konsumen harus membayar tunai 10 – 30 persen sebagai DP jangka waktu KPR antara 5 – 20 tahun.

Agunan KPR

Bank butuh jaminan, bahwa kredit yang telah diberikannya akan dikembalikan. Agunannya adalah rumah yang dibeli dengan fasilitas KPR. Sehingga, untuk sementara bukti kepemilikan atas tanah dan rumah dikuasai bank sampai KPR lunas. Sebab itu KPR sering juga disebut hipotik (kredit dengan jaminan barang tak bergerak).

Akad Kredit

Transaksi rumah dengan KPR sama dengan transaksi tunai. Pembeli dan penjual rumah meneken Akta Jual Beli (AJB) di hadapan PPAT. Hanya karena sebagian pembayarannya memakai duit bank, transaksi dilanjutkan dengan akad kredit antara bank dan konsumen di hadapan notaris.

Lebih Aman Pakai KPR

Rumah yang dibeli dengan KPR jauh lebih mahal ketimbang yang dibeli tunai. Pasalnya debitor harus membayar bunga untuk kredit yang diterimanya. Semakin panjang periode KPR makin besar bunga yang dibayar. Namun, membeli rumah dengan KPR jauh lebih aman, karena transaksi biasanya dilakukan berdasarkan AJB di hadapan notaris/PPAT, tidak bisa di bawah tangan.

Syarat Mendapatkan KPR

Secara umum persyaratan administratif mendapatkan KPR di semua bank sama. Yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun atau usia pensiun pada saat KPR jatuh tempo. Jika, usia pensiun calon debitor 55 tahun, pastikan usia maksimal yang dipakai sebagai patokan juga 55 tahun.

Batasan usia maksimal itu penting diketahui karena berkaitan dengan periode KPR yang bisa didapat. Bila PNS dengan usia pensiun 55 tahun mengambil KPR pada usia 48 tahun, periode KPR yang bisa diperolehnya maksimal 7 tahun. Kecuali kaum professional seperti dokter dan akuntan, Batasan usia maksimal itu bisa sampai 60 tahun.

Khusus pegawai, untuk bisa mendapatkan KPR sudah bekerja minimal 2 – 3 tahun dan berstatus karyawan tetap. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha, sudah menjalankan praktik atau usaha minimal tiga tahun, dan memiliki pembukuan yang teratur (bagi pengusaha). Untuk nilai kredit tertentu, debitor juga disyaratkan memiliki NPWP.

Ingin tahu prospek investasi properti di tahun ini? Investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Di luar bank ada juga beberapa Lembaga yang mendukung pengajuan KPR khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Misalnya,...

Atasi Masalah Kenali Solusi KPR

Atasi Masalah Kenali Solusi KPR

Banyak problem di seputar penyaluran KPR. Seperti permohonan KPR ditolak sehingga DP dipotong dan uang tanda jadi...

KPR Lebih Menguntungkan?

KPR Lebih Menguntungkan?

Ini Alasan Mengapa KPR Lebih Menguntungkan kpr Selain lebih aman, membeli rumah dengan KPR juga lebih menguntungkan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *