Apa Itu Rusunawa?

rusunawa

Rusunawa adalah alternatif hunian bagi kalangan menengah bawah yang belum mampu membeli rusunami. Lokasinya di tengah kota atau dekat tempat kerja kalangan yang menjadi target pasarnya, sehingga mereka bisa menghemat biaya transportasi. Harga sewanya terjangkau dan lebih kompetitif dibanding rumah biasa (landed house) sekelas di dalam kota.

Harga sewa bisa murah karena semua rusunawa dibangun pemerintah (pusat dan daerah, perguruan tinggi, BUMN/BUMD). Developer swasta tidak tertarik mengembangkannya. Kualitas bangunannya memadai dan dikelola dengan privasi dan keamanan lebih baik ketimbang rumah biasa. Di Jakarta dan sekitarnya kebanyakan rusunawa dikelola Perumnas dan Pemrov/BUMD DKI Jakarta.

Kita bisa langsung mendatangi lokasi rusunawa itu untuk menjadi penyewa. Untuk rusunawa Perumnas, syaratnya copy KTP, surat keterangan penghasilan, menandatangani perjanjian sewa, dan membayar uang jaminan tiga bulan dari harga sewa + sewa bulan pertama. Perjanjian sewa berlaku untuk 1 tahun dan bisa diperpanjang hingga maksimal tiga tahun. Setelah itu penyewa diasumsikan sudah mampu membeli rumah sendiri.

Uang jaminan dikembalikan bila penyewa mengakhiri masa sewa atau kontrak berakhir. Harga sewa untuk masyarakat umum antara Rp30 ribu – Rp750 ribu/unit/bulan tergantung kota, lokasi, tipe unit dan lantai rusunawa. Itu sudah termasuk biaya pengelolaan (service charge), dana pemeliharaan (sinking fund), asuransi, dan pajak bumi bangunan. Biaya listrik, air bersih, dan gas dibayar penyewa sendiri. Sewa unit di lantai atas lebih murah dibanding yang di bawah.

Sewa dibayar bulanan, yang bisa menjadi penyewa adalah mereka yang berpenghasilan rata – rata Rp2,5 juta/bulan, kendati dalam praktik bisa lebih dari itu. Sekarang, bahkan kalangan menengah dengan penghasilan hingga Rp4,5 juta/bulan bisa menjadi penyewa. Setiap unit bisa dihuni 4 – 6 orang tergantung tipe/ukuran. Tipe 21 misalnya, bisa diisi 4 orang, tipe 30 antara 4 – 5 orang, tipe 36 bisa 6 orang. Jika lebih dari itu, maka hunian sudah tidak nyaman lagi.

Sementara rusunawa yang dikelola Pemrov DKI mematok harga sewa untuk masyarakat umum antara Rp90 ribu – Rp 500 ribu/unit/bulan, termasuk iuran pengelolaan. Biaya listrik, air, dan lain-lain dibayar penyewa. Calon penyewa harus memiliki KTP DKI, akte nikah bila sudah memiliki keluarga, surat keterangan penghasilan, surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari kelurahan sebelumnya, menandatangani perjanjian sewa, dan bersedia menaati tata tertib menghuni rusunawa. Masa sewa minimal dua tahun dan pembayaran sewa setiap bulan. Penyewa bisa mengakhiri sewa sebelum dua tahun tanpa dikenai pinalti.

Ingin tahu prospek investasi properti di tahun ini? Investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Di luar bank ada juga beberapa Lembaga yang mendukung pengajuan KPR khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Misalnya,...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *