Apa Itu Rusunami?

rusunami
rusunami

Di luar apartemen yang selama ini kita kenal, belakangan marak dipasarkan apartemen bersubsidi atau rumah susun sederhana hak milik atau rusunami. Apartemen ini pada dasarnya sama dengan apartemen komersial. Hanya finishing bangunannya berbeda, lebih sederhana, dan pembangunannya mendapat kemudahan perizinan serta subsidi dari pemerintah sehingga bisa dijual murah.

Lokasinya meskipun tidak di kawasan pusat bisnis (CBD) atau di prime area, lokasinya tetap mudah diakses baik dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Keamanan bangunannya sama dengan apartemen. Finishing bangunannya tidak semewah apartemen dan umumnya tidak dilengkapi fasilitas. Meskipun ada fasilitas, jumlahnya sangat terbatas dibanding jumlah unit atau satuan rusun (sarusun) yang ditawarkan.

Tapi dengan lokasi di dalam kota, Anda dapat mengakses fasilitas di sekitar rusun. Ukuran unitnya kecil-kecil mulai dari 32 m2 sampai maksimal 36 m2, yang bisa mendapatkannya hanya mereka yang berpenghasilan maksimal Rp4,5 juta/bulan, dan belum pernah memiliki rusunami.

Pembelian harus melalui sistem perbankan (KPA), kendati dalam praktik yang bergaji di atas Rp4,5 juta juga banyak membelinya secara tunai dengan konsekuensi tidak mendapat subsidi. Konsumen yang memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah, berhak atas pembebasan pajak (PPN) dan mendapat subsidi bunga selama beberapa tahun melalui fasilitas kredit pemilik apartemen (KPA). Harga rusunami mulai dari Rp88 juta – Rp144 juta per unit tergantung tipe.

Rusunami Lebih Aman

Meskipun dipasarkan masih berupa gambar, membeli rusunami relative lebih aman dibanding membeli apartemen komersial, karena didukung berbagai kemudahan regulasi dalam pengembangannya dan mendapat subsidi dari pemerintah untuk pemiliknya. Pembangunan rusunami itu merupakan bagian dari program pembangunan 1000 menara rumah susun yang dilansir pemerintah sejak tahun 2005.

Biasanya baik apartemen maupun rusunami dijual dengan harga berbeda-beda tergantung lantai dan view-nya. Pada apartemen semakin tinggi lantainya semakin mahal harganya, kerena privasinya semakin terjaga, view-nya juga lebih bagus. Sementara pada lantai yang lebih ke bawah, unit dengan view danau, kolam renang, lapangan golf dan semacam itu harganya juga lebih mahal dibanding yang view ke jalan raya. Demikian pula unit apartemen dengan arah hadap ke timur, cenderung lebih mahal.

Sebaliknya pada rusunami, unit di lantai yang lebih rendah lebih mahal harganya ketimbang yang tinggi mengingat fasilitas liftnya lebih terbatas. Tapi, menyangkut arah hadap dan view, pertimbangannya juga sama. Unit yang menghadap ke timur atau memiliki view taman dan kolam renang lebih mahal harganya. Untuk itu biasanya developer mengenakan apa yang disebut tambahan “biaya fasilitas”. Biaya ini tidak dimasukkan ke dalam harga unit tapi harus bayar tunai bersama uang muka. Dengan demikian konsumen tetap bisa mendapat subsidi dan pembebasan pajak.

Ingin tahu prospek investasi properti di tahun ini? Investasi properti apa saja yang paling menguntungkan saat ini? Serta bagaimana tips dan trik memilih investasi yang paling menguntungkan tahun ini? Ikuti webinar berikut ini!

Mungkin anda juga suka artikel ini:

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Lembaga-Lembaga Pendukung KPR

Di luar bank ada juga beberapa Lembaga yang mendukung pengajuan KPR khusus untuk kelompok konsumen tertentu. Misalnya,...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *